[#2 Pick Me!] His Little Girl

a fictional writing by Princess ©2017

Bae Jinyoung and a little girl | Surrealism | G | Ficlet

O, you’re a little girl on my flower path; the beauty who I will always take care of.

0o0

There’s always a time for me to walk out of the road that you’ve already prepared for me. Don’t know exactly about the reason, just making sure your life could never be too boring if I walked right on the way. I can be smiling on you as the sun shines the world then suddenly getting angry in the next three seconds. Since I’m your beloved one, the most precious in your life.

Such a mischievous little girl, huh? But I always love being yours, Jinyoung!

sincerely, your little girl

*

Ehm, setiap cerita selalu diawali dengan kata ‘aku’, bukan?

Baiklah, akan kulakukan demikian.

Aku bertemu dengan Jinyoung di sebuah taman indah nan amat bersinar, dengan putih yang menyelimuti jagat menjadikan alam sekitar penuh kedamaian―

Ups, kedamaian yang cukup singkat, mengingat lima detik setelahnya ia menangis tanpa bisa berhenti. Bae Jinyoung yang cengeng.

Sejak saat itu, aku menjaganya dari segala macam hal-hal mengerikan yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Mulai dari teman-teman yang menyebalkan sampai tikus yang betah tinggal lama sekali di bawah tempat tidurnya―padahal, jujur saja tikus itu amat lucu menurutku.

Berkembang menjadi hal yang lebih besar, seperti saat ia menangis ketika mendapat nilai jelek dalam pelajaran menulis indah atau bagaimana ia terluka oleh sebuah bola saat baru pertama kali masuk klub sepak bola junior di sekolah dasar.

Sungguh Bae Jinyoung adalah penjaga gawang yang payah!

Lebih besar dan besar lagi, ketika Jinyoung beranjak remaja dan menyatakan cinta pada seorang gadis dari kelas sebelah yang berujung penolakan halus macam ‘kamu terlalu baik untukku’.

Ingin sekali kuberkata pada gadis itu; “Iya, Jinyoung kesayanganku ini memang baik, lalu kau mau apa??”

Hah, mari lanjut lagi.

Tetapi, dari semua hal itu, yang paling membahagiakan bagiku adalah melihat Jinyoung tumbuh dengan baik tanpa kekurangan cinta kasih dari orang-orang di sekitarnya. Aku merasa bagaikan seorang ibu yang melihat anaknya tumbuh dewasa.

Iya, sampai suatu hari Jinyoung membuatku merasakan perasaan campur aduk itu.

Sebuah esai yang ditulis oleh Bae Jinyoung dari kelas 2-4―ugh, judulnya saja sudah membuatku merinding bahkan sempat melupakan bahwa ia masih 18 tahun.

Jika bicara mengenai takdir, biarkanlah aku beranalogi sedikit. Sebuah metafora sederhana tentang gambaran seorang gadis kecil yang kutemui tengah duduk terdiam di sebuah jalan setapak penuh bunga. Tersesat, tak tahu ke mana ia harus pergi. Begitu polos namun kadang tak terkendali, maka dari itu Tuhan memberiku dua tangan berharga ini untuk menjaganya; satu tangan untuk menuntunnya, dan tangan yang lain untuk selalu menunjuk ke depan, ke arah sebuah cahaya yang indah.
Intinya, akan jadi apa kelak gadis kecil itu ditentukan dari bagaimana aku memperlakukan ia sekarang. Gadis kecil yang cantik, ia akan sungguh menjadi cantik jika aku melihatnya dengan perspektif penuh keindahan.
Gadis kecil yang harus selalu kujaga sepenuh hati, walaupun kadang berperilaku tak sesuai dengan apa yang kumau. Tapi aku percaya, si pemberontak kecil ini pastilah punya maksud lain, menyembunyikan sebuah pengganti yang lebih baik di sebalik tabir.
Jadi, gadis kecilku, maukah kau tetap berjalan bersamaku di jalan setapak ini dengan tangan kita yang menggenggam erat satu sama lain? Jika kau tersesat lagi, tolong percayakan aku untuk mengembalikanmu ke jalan yang seharusnya, selaras dengan diriku yang beranjak dewasa.
Agar kita bisa tetap bertemu di ujung sana, ke sebuah tempat yang dinamakan masa depan.

Baiklah, Jinyoung, aku gagal menjadi figur ibu yang terharu melihat pertumbuhan sang anak. Karena aku diciptakan hanya untukmu, maka akan kulakukan hal apa pun itu hanya untukmu pula.

Jadi, mari kita berkenalan kembali dari awal, oke?

Hai, Bae Jinyoung, aku adalah gadis kecil kesayanganmu, maka jagalah aku dengan baik agar nanti kita bisa bertemu di ujung jalan sana, sebuah tempat yang kau sebut masa depan.

FIN

Advertisements

2 thoughts on “[#2 Pick Me!] His Little Girl

  1. Ugh akhirnya ngena. “…. sebuah tempat yang kau sebut masa depan.” 😳😳😳

    Senyum senyum sendiri aku baca ini yaampun jadi penghantar tidur ini /plak

    Nice fict😍😍

    Like

Leave a Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s